AYOG

Kehidupan adalah Guruku

Cuaca ektrim yang melanda beberapa daerah di Indonesia sempat melumpuhkan jalur transportasi, baik karena longsor, banjir, jembatan ambrol, banyak batang broboh, lalu lintas macet dsb. Dinamika kehidupan menjadi lumpuh karena hal itu. Orang terpaksa mencari jalan alternatif lain untuk menuju suatu tempat, yang kadang harus memutar berlipat ganda jauhnya, mengakibatkan biaya kehidupan pun menjadi naik.

Demikian pula seseorang untuk menggapai cita-cita dan masa depan, dengan susah payah harus belajar, baik lewat pendidikan formal maupuun non formal. Proses belajar bukan hanya terjadi di dalam kelas atau ruang kuliah, tetapi dimanapun ada perjumpaan antar manusia, di sana ada proses belajar, apakah itu ketrampilan, pengetahuan maupun doktrin-doktrin kehidupan atau bahkan agama. Disana ada guru ada murid, disana kadang jadi guru kadang jadi murid.

Tidak istimewa kiranya kalau Presiden Jokowi pada hari guru tanggal 2 Desmber 2017, secara khusus membungkuk hormat di depan guru bahkan semua guru yang hadir. Bisa menjadi presiden karena peran guru. Guru itu bisa ada pendidikan formal atau tidak, adalah jalan utama mencapai peningkatan hidup di segala bidang.

Bicara masalah pendidikan dan penanaman nilai kepada peserta didik oleh guru akan menjadi modal utama suatu bangsa untuk sekian tahun ke depan. Seorang guru Pancasilais, minimal akan melahirkan murid Pancasilais minimal satu kelas pula. Seorang guru yang radikalis fanatik sempit, yang tidak bersikap pluralis, yang tidak menjunjung tinggi asas kebhinekaan, akan melahirkan juga satu kelas generasi rasialis.

Guru di sini bukan hanya guru yang profesional, tetapi lebih dalam lingkup yang luas, yang bisa menjadi guru sosial di tengah masyarakat, bisa karena kharisma, keahliannya, karena dituakan di lingkungannya dan sebagainya. Di sanalah setiap orang terpanggil untuk menjadi guru, tetapi jangan lupa juga terpanggil menjadi murid, untuk siap mendengarkan, menyerap aspirasi, mengamati gejala yang timbul. Kalau gejala yang timbul negatif, di sanalah pamggilan seorang yang bisa menjadi guru untuk terjun turun tangan, agar hal negatif tidak berkembang.

Dirgahayu guru Nusantara, terimalah salam hormat dan terima kasihku kepada semua guru, juga kepada semua orang yang pernah menjadi guru dalam kehidupan. Seseorang terbentuk menjadi manusia masa kini, bagaikan hiasan mozaik indah hasil tempelan dari sekian banyak orang yang tak terhitung jumlahnya. Dan the last but not least, anugerah Tuhan yang dikembangkan oleh orang yang disebut guru. Wajar kiranya ungkapan ini, bahwa guru adalah jalan utama yang harus dilewati semua orang.

Terima Kasih Guru!

Be Sociable, Share!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *